Terpidana Di Panggung Pemilihan

Negeri ini tak pernah kekurangan parodi. Rapat konsultasi Komisi Pemilihan Umum dengan Dewan Perwa kilan Rakyat menghasilkan keputusan mencemaskan: terpidana yang dihukum percobaan boleh mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah. Kontroversi terpidana percobaan ini sebetulnya bukan perkara baru. Wakil Komisi II DPR, Lukman Edy, berkeras bahwa terpidana hukuman percobaan belum masuk kategori hukuman yang sudah berkekuatan tetap. Ada juga pendapat bahwa pada terpidana percobaan, si pelaku ”hanya” melakukan pelanggaran ringan dan bukan kasus korupsi, narkotik, dan kejahatan seksual. Argumen di atas sebetulnya mudah dipatahkan.

Sesuai dengan pengertian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, terpidana hukuman percobaan sama statusnya dengan terpidana lain. Majelis hakim telah membuktikan unsur pidananya dalam persidangan. Hanya, yang bersangkutan menjalani hukuman di luar penjara dengan mematuhi persyaratan yang ditetapkan majelis hakim. Dalam satu hal, DPR dan KPU sepakat bahwa terpidana korupsi, narkotik, dan kejahatan seksual dilarang mencalonkan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *