Sosok di Balik Para Sastrawan Bag7

sementara si lembut hati Fitzgerald yang merasa buntu untuk menghasilkan karya baru, kedua nama besar itu seolah-olah menyelip kembali ke dalam wikipedia sejarah sastra dunia. Salah satu jasa flm ini tentu saja memperkenalkan nama Maxwell Perkins yang selama ini hanya dikenal di lingkaran sastra. Seorang penyunting unggul yang selalu mengatakan ”seorang editor sebaiknya selalu anonim”.

Tapi ada pertanyaan penting yang pernah dia utarakan, yang bahkan tak terjawab hingga kini—bahkan dalam dunia sastra Indonesia—bahwa ”apakah seorang editor sekadar membuat sebuah novel menjadi lebih baik, atau kami sama sekali mengubahnya?”. Pertanyaan itu hingga kini tak terjawab. Sebuah karya sastra, pada akhirnya, mempunyai sejarah sendiri. Dan kita tak akan pernah tahu tangan-tangan mana yang sebetulnya menyebabkan karya itu menemui kegemilangan: sang penulis, sang editor, atau perkawinan keduanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *