Mengapa Sulit Bangun Pagi Bag2

Bisa jadi anak sudah tidur pukul 20.00, tetapi ia terbangun di tengah malam. Mungkin karena mengompol, mimpi buruk, atau terbangun dan sulit tidur kembali. Anak jadi lebih sulit dibangunkan karena tidurnya kurang berkualitas. Sebetulnya, untuk menyiasati aktivitas si prasekolah dan kebutuhan waktu tidurnya bisa dengan meminta anak tidur siang. Pada usia prasekolah, anak hanya perlu satu kali tidur siang, berbeda dengan bayi dan batita yang perlu dua kali tidur siang.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Satu kali tidur siang biasanya berlangsung 1–2 jam. Namun, kebutuhan tidur siang ini berbeda-beda bagi setiap anak. Semakin besar anak, waktu tidur siangnya semakin berkurang. Bagaimana jika anak menolak tidur siang? Tidak masalah. Anak tidak membutuhkan tidur siang setiap hari, terutama jika ia tidak merasa kelelahan. Meski demikian, pastikan anak punya waktu untuk beristirahat.

Istirahat tak selalu berarti tidur siang, bisa juga dengan duduk diam sambil membaca atau bercerita, dengan rentang waktu yang sama setiap harinya. Waktu istirahat berarti kita tidak memberinya stimulasi apa pun, sehingga anak bisa menenangkan diri, baik secara fi sik maupun psikis. Jika anak enggan tidur siang, bisa juga kita menyesuaikan waktu tidurnya menjadi sedikit lebih awal.

Dimulai Ritual Rutin

Meski mungkin anak berdalih menunggu kita pulang kerja, sehingga ia tidur larut dan sulit bangun pagi, kita tetap perlu mendorong anak tidur cukup. Alasannya, sel-sel dalam tubuh memperbaharui dan memperbaiki diri saat kita tidur di malam hari, dengan catatan tidurnya cukup dan berkualitas. “Bayangkan kerugian yang dialami anak saat ia kurang tidur, dari bangun uringuringan, sulit konsentrasi di sekolah, emosi menjadi sensitif, juga tubuh yang rentan penyakit, dan pertumbuhan yang kurang optimal,” papar Ratih.

Memang, kita sendiri yang harus pintar-pintar membujuk anak agar ia tidur lebih cepat. Buatlah suasana mendukung agar anak dapat tidur lebih cepat, mulai dengan waktu lebih awal dari biasanya dan buatlah rutinitas tertentu. Misal, sete ngah jam sebelum waktu tidur, anak sudah minum susu, sikat gigi, cuci tangan dan kaki, berganti piyama.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *