Khawatir Orientasi Seksual Anak

Anak saya, ferdy (5), dari kecil suka hal-hal yang berbau perempuan, seperti ingin pakai mukena, sandal untuk anak perempuan, sampai sekarang suka film frozen dan atributnya. Saya pernah konsultasi ke dokter anak, katanya, ia lebih banyak ke bundanya, jadi sifatnya terbawa. Sudah disu ruh dekat dengan ayahnya, tapi masih berlaku sama meski tak separah saat usia 3-4 tahun lalu.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Kebiasaannya mengenyot jempol susah dihentikan. Saya pernah coba memberi jempolnya dengan mahoni, sambiloto, brotowali yang pahit, tapi tetap saja dikenyot. Katanya, “begini tuh nyaman, bunda.” Bu mayke, saya mengkhawatirkan orientasi seksual anak saya. Bisakah terdeteksi di usia balita? Bagaimana menghilangkan kebi asaan mengemut jarinya? Mohon jawabannya. Terima kasih.

Mengenai orientasi seksual, saya belum berani menentukan diagnosis, mengingat di usia balita anak cenderung lekat dengan ibu. Usaha Bu Haeni untuk lebih banyak melibatkan ayahnya dalam pengasuhan anak, sudah berhasil mengurangi ketertarikan anak akan hal-hal yang terkait erat dengan iden titas perempuan. Jadi sebaiknya si ayah meng ajak anak lebih banyak bermain dengan permainan bersifat fisik, misalnya bermain bola, sepeda, bermain gulat-gulatan, dibopong di atas pundak ayahnya, dan lain-lain.

Porsi menonton film dikurangi sebanyak mungkin, karena pada usia balita anak lebih baik banyak bergerak untuk mengasah keterampilan motorik kasar sebagai basis keterampilan olahraga di kemudian hari. Ganti topik film Frozen dengan film-film cerita lainnya yang berisi tentang perbuatan mana yang boleh dan tidak boleh, pentingnya berbagi, pengenalan warna, bentuk, arah, konsep jumlah, dan sebagainya. Kebiasaan mengisap jari bisa dihilangkan dengan memberikan anak kesibukan sehingga keinginan mengisap jari bisa teralihkan. Sebaiknya tidak sering-sering melarang anak mengisap jarinya. Larangan ini akan menyebabkan dia semakin sulit mengatasi keinginannya karena seakan-akan diingatkan terus-menerus untuk mengisap jarinya.

Peduli Perubahan Iklim

PT Unilever Indonesia Tbk kembali meluncurkan kampanye brightFuture (sebelumnya bernama Project Sunlight) di Jakarta. Unilever kali ini bermitra dengan WWF (The World Wide Fund For Nature) dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam melindungi satu juta pohon di Indonesia dan Brazil dengan bergabung di www. brightfuture.unilever.co.id. Sancoyo Antarikso, Governance and Corporate Affairs Director PT Unilever Indonesia Tbk dalam sambutannya mengatakan, “Kampanye brightFuture merupakan perwu jud an dari Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang bertujuan meng ajak jutaan orang di seluruh dunia untuk mewujudkan hari esok yang lebih cerah bagi anak-anak dan generasi mendatang, dengan mene rapkan cara hidup yang lebih lestari (sustainable) dengan meng inspirasi masyarakat melakukan tindakan nyata.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *