Ketika Janin Terdeteksi Cacat Bag3

Atau, melakukan hal-hal yang tidak masuk akal untuk menyelesaikan masalah, contohnya pergi ke dukun, memenuhi syarat apa pun agar segalanya berubah menjadi baik. Setelah proses bargaining, sadar bila kondisi tersebut tidak bisa diperbaiki, muncullah fase depresi. Perasaan sedih luar biasa karena mengalami kondisi tersebut.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Nah, yang diharapkan setelah proses depresi adalah munculnya fase acceptance (penerimaan): menerima bahwa janin dalam kondisi tak sempurna, tak sesuai harapan. Jika mamil mendapat dukungan dari suami dan anggota keluarga besar (seperti: orangtua, kakak, adik), maka mamil akan menghadapi dengan lebih lancar proses penerimaan ini. Tentunya, untuk bisa sampai pada fese penerimaan dibutuhkan penjelasan yang baik, mudah dimengerti, dan cara penanganan selanjutnya dari dokter serta para ahli terkait, seperti ahli genetik dan psikologi. Dengan demikian, orangtua, terutama para mama, biasanyasdengan dukungan keluarga, terutama suamis akan lebih siap menghadapi segala kemungkinan pada bayinya dengan segala konsekuensinya.

Begitu juga untuk memutuskan apakah akan melakukan pengakhiran kehamilan atau melanjutkan kehamilan dan melahirkan sesuai waktunya. Semua keputusan tersebut diambil oleh orangtua setelah memerhatikan pertimbangan dari para ahli tersebut. Dengan begitu, ketika orangtua memutuskan untuk melanjutkan kehamilannya, namun kemudian, beberapa saat setelah lahir, si bayi tidak tertolong akibat cacat bawaannya, maka orangtua telah siap menghadapi kenyataan tersebut. Satu hal ditekankan oleh psikolog yang akrab disapa Nina ini, Mama Papa perlu meyakini bahZa setiap Maninstermasuk Manin yang terdeteksi cacatsadalah anugerah dari Tuhan, yang tak semua orang bisa mendapatkannya.

Yakini pula bahwa ada rencana Tuhan di balik kenyataan ini sehingga Mama Papa bisa mengambil hikmahnya. Saran Nina, bila kondisi cacat janin tak membahayakan nyawa Mama, sebaiknya tetap dipertahankan. Nina menyakini, bila Tuhan yang memberi anugerah ini, maka hanya Tuhan yang berhak mengambil nyawanya, dan jika Tuhan berkenan akan hidup janin, maka janin tersebut pun akan dapat tumbuh dengan cara-Nya. Apa pun keputusannya, terpulang kepada Mama Papa. Tetap semangat dan tersenyum, ya! Janin yang tumbuh adalah anugerah dari Tuhan. Namun, bila anugerah tersebut tidak tumbuh sempurna sesuai harapan, apa yang dapat kita perbuat?

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *