Hipoglikemia Mengancam Otak Bayi

Hipoglikemia adalah kadar gula darah yang terlalu rendah. Tanpa penanganan tepat, kondisi ini dapat mengancam kerusakan pada otak. Bagaimana kita dapat menge- tahui kondisi hipoglikemia pada bayi? Sederhana kok, yakni dengan pemeriksaan gula darah (glukosa). Tak perlu khawatir, semua bayi baru lahir akan menjalani pemeriksaan ini demi memastikan kadar gula darahnya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Tes ini cukup dilakukan sekali, tapi dokter akan memantau kadar gula darah bayi selama 72 jam ke depan. Apabila ada gejala-gejala hipoglikemia, seperti tubuh bayi gemetar, napasnya sesak, mengalami kejang, tubuh biru, atau seluruh badannya terasa dingin, dokter kembali akan melakukan tes gula darah, sebelum melakukan tindakan medis berikutnya.

Lima Kelompok Berisiko

Wakaupun semua bayi yang baru saja lahir akan menjalani tes gula darah, pada umumnya dokter akan menaruh perhatian khusus pada lima kelompok besar bayi neonatal yang mempunyai risiko tinggi mengalami hipoglikemi. Kelompok itu adalah: a. Bayi menderita hiperinsulin karena si ibu pengidap diabetes melitus atau diabetes gestasional (diabetes yang terjadi selama kehamilan).

Pada ibu-ibu hamil yang menderita diabetes, transfer glukosa pada janinnya akan terjadi secara berlebihan. Inilah yang membuat respons insulin pada janin meningkat. Seperti kita ketahui, insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas dan yang mengatur tingkat gula darah. Nah, pada waktu bayi dilahirkan lalu saluran plasenta terputus, yang terjadi adalah transfer glukosa akan berhenti, padahal respons insulin dari bayi masih tinggi, sebab itulah bayi bisa mengalami hipoglikemia. b.

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BLBR) kebanyakan meng alami malnutrisi selama dalam kandung an (intrauterin). Ini mengakibatkan rendahnya cadangan glikogen hati dan lemak tubuh total. Glikogen merupakan karbohidrat yang tersimpan di dalam jaringan tubuh. Hati mengubah glukosa dari makanan, menjadi glikogen dan menyimpannya untuk kelak digunakan. Jika dibutuhkan, hati akan mengubah bentuk glikogen menjadi glukosa lagi. Sehingga begitu bayi telah lahir, persediaan glikogen yang ada bisa langsung terpakai. Pada BLBR, kecepatan metabolisme nya lebih besar, karena mereka memakai glukosa lebih banyak dibanding bayi dengan berat lahir normal.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *