Category Archives: Teknologi

Naikkan Penjualan HP Asus dengan Jasa SEO Semarang

Kinerja dan Antarmuka

Naikkan Penjualan HP Asus dengan Jasa SEO Semarang – Zenfone 6 yang kami pegang masih berbasis Android 4.3 Jelly Bean. Representatif Asus mengatakan akan ada upgrade ke Android KitKat. Namun untuk Indonesia, belum diketahui jadwalnya. Dalam kondisi terakhir pada software, termasuk aplikasi pihak ketiga, kami menjalankan benchmark dan mendapati hasil berikut: AnTuTu Benchmark 4.4 : 23230 Nenamark 2.4 : 60.4 fps Quadrant Standard Edition 2.1.1 : 11140 Vellamo 2.0.3 : 1936 (HTML5), 685 (METAL) Bukan angka yang “wow”, namun bukan angka buruk pula.

Bisa jadi karena HyperThreading tak bisa dideteksi oleh benchmark yang kami pakai. Secara global, ada dua pilihan storage, yaitu 16 GB dan 32 GB. Untuk Indonesia, yang dipasok agaknya hanya yang 16 GB. Angka ini merupakan kapasitas total. Pada handset yang kami pegang, memori bebasnya kurang dari segitu. Kalau merasa kurang, tinggal pasang microSD; slotnya dukung kapasitas sampai 32 GB. Asus sendiri berikan gratis 5 GB storage virtual di WebStorage. Sayang, Zenfone ini tak dukung USB OTG. Paling tidak, berbagai aktivitas yang kami lakukan di handset ini berlangsung mulus. Termasuk ketika main game HD maupun 3D. Home di-default 3 jendela; bisa ditambah sampai maksimal 9.

Asus punya UI sendiri – namanya ZenUI – dan dipakaikan pada Zenfone 6. Salah satu bagian yang gampang dikenali adalah widget What’s Next di home. Selain itu, Asus punya pengaturan, ftur maupun aplikasi seperti Audio Wizard, Do It Later, Mirror, MyAsus, Omlet Chat, PC Link, Power Saver, Quick Memo, Remote Link, Share Link, Splendid, Super Note, sampai WebStorage. Aplikasi pihak ketiga yang tampak di deretan aplikasi, antara lain Amazon Kindle, FlashLight, sampai FM Radio. Kita bisa tambahkan aplikasi populer lainnya yang kita inginkan.

Dual SIM

Pengaturan dual SIM ada di Settings > Wireless & Networks > Dual SIM card settings. Di Voice call ada opsi Always ask, sedangkan di Data service network harus pilih salah satu. Sudah dukung 3G, namun hanya salah satu yang aktif pada satu kesempatan. Setting internet operator langsung dikenali. Untuk bertelepon maupun SMS, disediakan tombol untuk masingmasing SIM. Kami tak melihat tombol untuk video call.

Desain Asus Zenfone 6

Sepintas, gaya Zenfone 6 mirip sejumlah smartphone yang sudah lebih dulu beredar, misalnya HTC One M8 atau BlackBerry Z30, namun lebih “kaku”. Meski bodi cukup besar untuk digenggam, untung bobotnya masih bisa ditoleransi. Sesuai namanya, layar sentuhnya berukuran 6 inch. Layar IPS cukup natural tampilkan warna, pun cukup tajam tampilkan detil. Dukung 10 titik sentuh, respon sentuh kapasitif terasa sangat lancar.

Ada pengaturan otomatis untuk brightness. Asus menaruh panel sentuh Back, Home, Recent apps di bawah layar. Kami tak temukan catatan mengenai kaca layar. Ada baiknya dipasangi screen protector untuk melindunginya dari gores. Meski casing belakang bisa dilepas, baterainya sendiri terintegrasi dalam bodi. Slot microSD dan dua slot SIM tersembunyi di balik casing. Permukaan casing tampak dof mirip karet. Biasanya ini bakal dipenuhi goresan setelah beberapa waktu.

Secara global ada 4 warna yang disiapkan Asus, yaitu hitam (charcoal black) seperti yang kami pegang, putih (pearl white), merah (cherry red), dan emas (champagne gold). Kemungkinan besar, stok warna hitam yang paling banyak dimasukkan ke Indonesia. Jack 3,5 mm menempati sisi atas bodi, port micro USB di bawah bodi, serta tombol volume 2-arah dan power di kanan bodi. Kamera utama ditemani flash LED.

Kamera Bertaji di Low Light

Teknorus.com – Asus kami anggap sukses menggoyang pasar dengan tiga seri barunya yang “murah” untuk kelas spesifkasinya. Teknologi yang ditawarkan pun, khususnya untuk bagian kamera, menggelitik untuk ditelusuri. Meski begitu, tak ada produk yang sempurna. Apa saja yang kami temukan di Zenfone 6 – seri yang spesifkasinya tertinggi di antara tiga seri baru besutan Asus tersebut?

Baca juga : Gambar Keren

Kamera

Kemampuan low light pada kamera cukup menarik perhatian publik. Apalagi teknologi PixelMaster belum lama dan belum banyak dikenal. Ini akan bertarung dengan PureView-nya Nokia, UltraPixel-nya HTC, maupun teknologi Sony. Pemotretan di kotak gelap dengan pengaturan default pada kamera mampu menangkap objek – meski detil tetap tak tajam dan warna tak alami. Dengan sejumlah catatan, foto yang dihasilkan memang tampak kompetitif terhadap Nokia Lumia 1520, sedikit unggul terhadap HTC One M8. Dibawa menjajal foto malam, hasil juga tergolong bagus. Ketika diperbesar di komputer, masih ada sedikit noise.

Tapi secara keseluruhan kompetitif terhadap kamera 13 MP lainnya. Dengan sedikit latihan dan trik, bisa didapat hasil akhir yang bagus. Selain ftur low light, ada pula moda Time rewind, Selfe, Miniature, Depth of feld, Smart remove, All smiles, Beautifcation, dan GIF animation; selain ftur standar semacam HDR, Panorama, dan Night. Tampilan jendela kamera tampak simpel. Shutter foto dan video sama-sama ada – mirip seperti dual shutter yang biasa ditemukan di HTC.

 Ada tambahan Turbo burst; menempel pada shutter foto. Moda diakses dari ikon di sebelah shutter video. Efek flter bisa diakses cepat dari ikon bergambar tiga lingkaran. Perpindahan antara kamera depan dan kamera utama pun bisa diakses dengan lebih cepat hanya dengan pencet tombol ikon di sebelah flash. Tak ada tombol khusus untuk kamera di bodi handset. Sehingga, aksesnya cepat hanya melalui icon Camera di home screen. Editor foto bawaan cukup kaya untuk mengutak-atik foto. Sementara editor video tak disediakan. Foto dan video mudah di-share ke media sosial, instant messaging, maupun disimpan di layanan cloud.