Category Archives: Kuliner

Puding Cokelat Karamel ala Cafe Instagramable di Jakarta

Puding Cokelat Karamel ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bahan Puding I: 1.000 ml susu cair 1 bks agar-agar bubuk 1/2 sdt jelly bubuk 120 gr gula pasir 25 gr cokelat bubuk 1 sdt pasta cokelat 1 bh kuning telur Bahan Puding II: 100 gr gula pasir 300 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 1 bks agar-agar bubuk 3 bh putih telur 50 gr gula pasir 1/8 sdt garam

Cara Membuat Untuk 12 potong: 1. Bahan I, rebus susu, jelly bubuk, agar-agar bubuk, cokelat bubuk, gula pasir, dan pasta cokelat. Masak sambil diaduk hingga mendidih. 2. Ambil sedikit adonan. Masukkan ke dalam kuning telur. Aduk rata. Tuang lagi campuran telur ke dalam adonan puding. Masak lagi sambil diaduk hingga mendidih.

3. Tuang ke dalam loyang dengan ukuran diameter 20 cm dan tinggi 7 cm. Biarkan setengah beku. 4. Bahan II, gosongkan gula pasir. Tuang santan sedikit-sedikit sambil diaduk sampai gula larut. Tambahkan agar-agar sambil diaduk sampai mendidih. Sisihkan. 5. Kocok putih telur dan garam sampai setengah mengembang. Tambahkan gula pasir sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang. Tuang rebusan karamel sedikit-sedikit sambil dikocok perlahan. 6. Tuang ke atas adonan I. Bekukan.

Mini Orange Cake

Bahan: 4 btr telur 75 gr gula pasir 1/2 sdt emulsifier (SP/TBM) 100 gr tepung terigu protein sedang 15 gr susu bubuk 1/4 sdt baking powder 100 gr margarin, lelehkan 1 sdt air jeruk nipis 2 sachet (28 gr) sari jeruk instan (misal, Nutrisari) 100 gr cokelat masak putih, lelehkan Bahan Toping (Aduk Rata): 25 gr gula pasir kasar 1 tetes pewarna oranye

Cara Membuat Untuk 10 buah: 1. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, baking powder, dan susu bubuk sambil diayak dan diaduk rata. 2. Masukkan margarin, air jeruk nipis, dan sari jeruk instan sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan. 3. Tuang ke dalam loyang tulban mini yang sudah diolesi margarin tipis-tipis. 4. Oven pakai api bawah pada suhu 180 derajat Celsius, selama 20 menit sampai matang. 5. Keluarkan dari cetakan. Corat-coret cake dengan cokelat leleh putih. Taburi taburan.

Sayur Lodeh Iwak Peyek ala Catering Jakarta Barat

Sayur Lodeh Iwak Peyek ala Catering Jakarta Barat

Kendati menyediakan menu sederhana dan familiar di lidah, namun kedai yang satu ini seolah menjadi pengobat rindu bagi para perantau yang ingin menyantap aneka masakan khas rumahan buatan ibu. Sesuai nama kedainya, menu andalan di sini adalah sego gunung. Seporsi sego gunung terdiri dari nasi dengan kuah lodeh manisa, tempe gimbal, dan rempeyek udang.

Sang pemilik kedai, Andreas, menjelaskan, konon sego gunung merupakan menu para kuli yang bekerja di kawasan Babat, Lamongan, Jawa Timur. “Sego gunung ini sebelumnya adalah menunya untuk para penambang kapur. Lauknya sederhana saja, nasi dan sayur lodeh. Mereka biasanya makan nasi ini saat beristirahat sambil melihat gunungan kapur. Maka, disebutlah sego gunung,” jelas Andreas. Uniknya, sayur lodehnya menggunakan manisa atau labu siam berkuah santan.

Cita rasanya sungguh nikmat dan gurih. Nasi dan sayur lodeh ini akan menjadi makin lezat rasanya ketika disantap dengan tempe gimbal atau tempe yang diiris tipis dan digoreng kering, plus renyahnya rempeyek udang yang diambild ari sungai. Jika merasa kurang puas dengan lauknya, jangan khawatir. Andreas juga menyediakan aneka lauk tambahan yang dijual terpisah, seperti jeroan babat, usus, dan limpa. Tersedia pula empal goreng dan oseng-oseng tahu tempe. Seporsi sego gunung harganya cukup terjangkau, hanya Rp 9 ribu per porsi. Sedangkan tambahan lauknya, mulai Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu.

Angkringan Kapok Lombok Rasa Enak, Harga Murah Meriah

Angkringan identik dengan kota Yogyakarta, tetapi di Surabaya juga kini Sajiers tak akan sulit menemukan tempat makan berkonsep angkringan. Seperti Angkringan Kapok Lombok yang berada di area GWalk. Angkringan ini tergolong modern karena interiornya tertata apik, bahkan pramusajinya mengenakan kebaya, serta tersedia area makan yang cukup luas.

Pikulan khas pedagang kaki lima akan langsung mencuri perhatian pengunjung saat memasuki kedai ini. Tak hanya itu, pengunjung pun akan langsung dimanjakan dengan beragam sajian yang menggugah selera. Dari aneka sate-satean, seperti telur puyuh, usus, kikil, hingga hati ampela ayam. Menu yang tersedia di sini pun tergolong bervariasi, tak hanya nasi kucing khas angkringan saja.

Sajiers juga bisa memesan seporsi nasi timlo, tahu tek, dan tentu saja nasi kucing dengan isi lauk suwiran ayam, empal, atau tuna berbumbu. Untuk menikmati sajian nasi kucing di sini, Sajiers juga bisa menambah lauk lain, seperti dadar jagung, sosis solo, bakwan udang, tahu berontak, dan masih banyak lagi. Soal harga, kendati kedai makan ini termasuk modern, namun termasuk ramah di kantong. Satu tusuk aneka sate-satean harganya Rp 3.500 dan sebungkus nasi kucingnya seharga Rp 6.500. Murah meriah, bukan?

Brownish Kepiting ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta

Brownish Kepiting ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta

Brownis super unik yang memiliki cita rasa gurih ini merupakan kreasi Suci Wirastama, yang menamai produknya Brownish Kepiting Sambal Ganas. Suci memaparkan, brownis gurihnya terbuat dari daging kepiting, telur kepiting, tahu, plus oats. “Bahan utamanya tahu yang dipanggang. Jadi biarpun saya memberinya nama brownis, makanan ini tidak hanya enak dijadikan kudapan, tapi juga sangat pas dijadikan lauk teman nasi,” papar Suci.

Agar cita rasa brownis kepitingnya sempurna di lidah, Suci menggunakan kepiting jenis rajungan yang dianggapnya sangat cocok dipadukan dengan tahu dan bahan lainnya. Apalagi, kepiting rajungan termasuk mudah ditemui di tempat tinggalnya, Balikpapan, Kalimantan Timur. Menurut Suci, kepiting rajungan terkenal memiliki daging yang manis dan gurih. Sehingga brownisnya menghasilkan cita rasa super lezat, termasuk saat disantap bersama sepiring nasi hangat.

Dibalut Abon Kepiting & Sambal Ganas

Dalam mengolah brownisnya, Suci menggunakan perbandingan 60:40, antara kepiting dan bahan lainnya. Hal ini dilakukannya agar cita rasa kepitingnya tetap terasa. Kelezatan brownis kepiting kian lengkap karena setelah keluar dari oven, Suci membalut brownisnya dengan abon kepiting ke seluruh permukaannya. Sebagai pelengkapnya, Suci menambahkan cocolan sambal ganas, yang terbuat dari buah naga, nanas, cabai, dan bumbu lain, yang rasanya pedas, gurih, dan segar. Hmm, sudah terbayang, bukan, kelezatannya! Di Balikpapan, brownis kepiting sudah cukup dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas bagi para pelancong yang berkujung ke kota ini.

Suci mengatakan, brownis kepiting sambal ganas mampu bertahan 2 hari di suhu ruang dan disarankan untuk disimpan di dalam lemari es bila tersisa. “Kalau mau dimakan lagi, tinggal dihangatkan di microwave atau dipanggang di atas pan. Jangan lupa, dicocol sambal ganas agar lebih mantap,” saran Suci seraya mengatakan, brownis kepitingnya dibuat dalam 3 varian ukuran. Ukuran kecil atau per slice, dibanderol Rp 20 ribu, medium Rp 45 ribu, dan besar Rp 75 ribu. Kendati banyak diminati, Suci membuat brownis kepiting sambal ganas berdasarkan pesanan saja. Menurutnya, brownis ini termasuk makanan basah, sehingga harus sangat dijaga kualitasnya. “Minimal pesan H -1. Jika ada yang butuh sore, paling lambat pesan di pagi harinya. Tak bisa dadakan karena saya tak punya ready stok,” pungkas Suci

Andalkan Telur & Margarin Bagian 2

Setelah matang sempurna, martabak diangkat lalu dilipat dua dan dimasukkan ke dalam kemasan kotak kardus. harga jual martabaknya bervariasi. Untuk martabak tebal rasa keju, per buahnya Rp 8 ribu, sedangkan martabak tipis per buahnya Rp 4.500.

Setiap menjelang akhir pekan atau hari libur, kedai Martabak Piring Murni akan dipadati pembeli. Bahkan untuk mendapatkan sebuah martabak saja, pembeli rela antre cukup lama. Menurut Eli, pembelinya tak hanya warga Medan saja. “Banyak juga tamu-tamu dari luar kota yang sedang berada di Medan mampir ke sini. Mereka bahkan memesan banyak untuk dijadikan oleh-oleh.

Malah pernah ada yang membawanya sampai ke luar negeri,” katanya sambil tersenyum. Eli juga mengatakan, martabaknya tergolong tak mudah basi. Bahkan bisa tahan hingga seminggu jika disimpan di dalam lemari es. Saat akan dinikmati kembali, tinggal dipanaskan di dalam oven atau microwave. Martabak Piring Murni menutup kedai pukul 22.00 WIB.

Andalkan Telur & Margarin

Ada dua jenis martabak yang tersedia di kedai Martabak Piring Murni. Yakni martabak tebal dan martabak tipis. Martabak tebal tentu saja terlihat lebih gemuk dan empuk, kendati ukurannya tetap mini. Sementara martabak tipis, adonan martabaknya sengaja dibuat tipis dengan tekstur yang lebih krispi. “Martabak tipis ini lebih lezat dinikmati selagi masih hangat. Jika sudah dingin, jadi tidak krispi lagi,” saran Eli.

Sementara itu, pilihan rasanya terdiri dari cokelat, kacang, coklat kacang, keju, coklat keju, dan campur. Untuk membuat martabak piring, bahan yang digunakan di antaranya tepung terigu, telur, margarin, dan air. “Martabak kami tidak diberi santan. Rasa gurihnya muncul dari penggunaan telur dan margarin. Adonanya dibuat encer supaya lebih mudah matang,” akunya.

Setelah ada pesanan, adonan encer dituang ke dalam piring-piring kaleng yang dilengkapi tangkai kayu sebagai pegangannya. Adonan langsung dipanggang di atas bara api. Saat sudah tampak setengah matang, adonan diberi taburan gulai pasir, meises, keju, coklat, atau kacang, sesuai pesanan.

Martabak di Atas Piring

Eli mengisahkan, kedua tuanya merupakan perantau asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Sesampainya di Sumatera Utara, Bupon dan istri sempat bingung untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya Bupon memutuskan berjualan martabak. “Di Bukit Tinggi, orang jualan martabak piring sangat banyak. Kebetulan Papa tahu cara membuat martabak,” tuturnya.

Bupon lalu membuka lapak martabak dan mempraktikkan ilmu membuat martabak yang diperolehnya dari kampung halamannya, Minang Kabau. Di masa itu, bahan bakar gas belum populer seperti sekarang. Bupon lantas memanggang martabak dengan menggunakan arang. Bupon membuat ukuran martabak yang sederhana agar ia bisa menjualnya dengan harga lebih murah dan pembeli mudah menikmatinya. Ia pun menggunakan piring seng sebagai loyang martabaknya.

Tak disangka, cara super simpel ini justru sangat menarik perhatian orang. Bahkan pembeli suka dengan rasanya. “Biasanya, kan, ukuran martabak besar-besar dan tebal. Untuk satu martabak saja harus dimakan 3-4 orang, baru habis,” jelas Eli. Nah, martabak buatan Bupon ukurannya lebih mini. “Sekali makan saja, orang bisa menghabiskan 3 sampai 5 martabak,” katanya lagi. Dengan ukurannya yang mini, ia pun tak perlu repot memotong motong martabak. Bisa langsung disantap.

Gecok Daging untuk 6 porsi ala Catering Kantor Jakarta

Gecok Daging untuk 6 porsi ala Catering Kantor Jakarta

Bahan: 2 sdm wijen, sangrai, haluskan 250 gr daging sapi sengkel, potong kotak 150 gr hati sapi, rebus, potong-potong kotak 150 gr usus sapi, rebus, potong-potong 3 cm 150 gr babat, rebus, potong kotak 3 cm lengkuas, memarkan 2 btg serai, ambil putihnya, memarkan 8 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya, iris 2 sdt garam 2 sdt gula pasir 1 sdt merica bubuk 550 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 4 bh belimbing wuluh, iris 1 sdt air asam jawa, dari 1/2 sdt asam jawa, larutkan dalam 1 sdm air 2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus: 5 btr kemiri, sangrai 8 btr bawang merah 3 siung bawang putih 2 bh cabai rawit merah

Cara Membuat: 1. panaskan minyak. Tumis bumbu halus, serai, daun jeruk, dan lengkuas hingga tercium bau harum. masukkan daging. aduk sampai berubah warna. 2. Tambahkan hati sapi, babat, usus, gula pasir, merica bubuk, dan garam dan aduk rata. 3. Tuang santan secara bertahap. masak sampai matang dan meresap. 4. masukkan belimbing wuluh, air asam jawa, dan wijen. Dan aduk. masak hingga matang.

Martabak Piring Murni, Medan

Saat hari mulai senja, sejumlah pertokoan di kawasan Jalan Bogor, Medan mulai tutup. Pada saat itulah kedai dengan gerobak dengan nama Martabak Piring Murni mulai membuka dagangan. Beratapkan tenda sederhana berwarna biru, sang pemilik usaha, Eli (30), memulai aktivitasnya sejak pukul 18.00 WIB. Di sisi gerobak mulai ditata sekitar 8 tungku besi.

Eli lalu membakar sejumlah arang lalu dimasukkan ke dalam tungku-tungku. Di atas tungku inilah martabak-martabak berukuran mini nantinya dipanggang di atas bara api. Aroma harum martabak manis, seketika akan menyebar ke berbagai penjuru, seolah ingin mengajak orangorang untuk singgah ke kedainya.

Uniknya, martabak yang Eli buat, di tidak di atas loyang martabak pada umumnya, melainkan di atas piring-piring seng yang dipasangi pegangan kayu di salah satu sisinya, untuk memudahkan proses pemanggangan. Tak heran bila kemudian usaha martabak ini dinamai martabak piring. Menurut Eli, martabak piring dirintis ayahnya, Bupon, sejak 40 tahun silam.

Setelah ayahnya kian renta, usaha martabak piring ini diambil alih oleh Eli. “tidak ada yang berubah, walaupun usaha telah mengalami perpindahan tangan. Proses memasak martabaknya masih tetap sama seperti ketika dikelola Papa. Justru cara masak ini sengaja kami dipertahankan. Martabak dipanggang di atas piring. Bedanya, kini kami sudah punya 4 cabang,” papar Eli bangga.

Telur Puyuh Kuah Santan Untuk 5 porsi ala Catering Sehat Jakarta

Telur Puyuh Kuah Santan Untuk 5 porsi ala Catering Sehat Jakarta

Bahan: 15 btr telur puyuh, rebus, kupas 4 lbr daun jeruk, buang tulangnya 2 lbr daun salam 2 btg serai, memarkan 1 1/4 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 1/4 sdt merica bubuk 500 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 2 sdm minyak, untuk menumis

Bumbu Halus: 2 cm kunyit, bakar 3 btr kemiri, sangrai 8 btr bawang merah 4 siung bawang putih 2 cm jahe 1/4 sdt jinten

Cara Membuat: 1. Tumis bumbu halus, daun salam, serai, dan daun jeruk hingga tercium bau harum. Masukkan telur. Aduk rata. 2. Tambahkan garam, gula, dan merica. Aduk rata. Tuang santan sedikit-sedikit. Masak sambil diaduk sampai matang dan agak kental.

Jambrai Sagar untuk 3 porsi

Bahan: 1 cm kunyit, bakar, memarkan 1 ikat (50 gr) daun katuk, siangi 1 ikat (100 gr) daun labu, siangi 50 gr kacang hijau 3 bh cabai hijau, potong serong 3 1/2 sdt garam 3 sdt gula pasir 3/4 sdt merica bubuk 1.500 ml air kaldu

Bahan Halus: 4 btr kemiri, sangrai 8 btr bawang merah

Cara Membuat: 1. Rebus kacang hijau menggunakan 1000 ml air hingga kacang hijau menjadi empuk. Tambahkan air kaldu dan bumbu halus. Rebus lagi sampai mendidih. Tambahkan garam, merica bubuk, dan gula pasir. aduk rata. 2. Tambahkan kunyit dan cabai hijau. aduk rata. masukkan daun katuk dan daun labu. masak sampai matang.

Bika jawa Pona Ubi untuk 24 potong

Bahan: 200 gr ubi putih, kukus, haluskan 2 btr telur, kocok lepas 50 gr tepung beras 50 gr gula pasir 350 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 50 ml air daun suji, dari 30 lbr daun suji dan 4 lbr daun pandan 75 gr tepung terigu protein sedang 1/2 sdt garam 50 gr kenari, cincang kasar 25 gr kenari, potong 2 bagian

Cara Membuat: 1. aduk rata tepung beras, ubi, dan gula pasir. Tambahkan telur. aduk rata. 2. masukkan santan, air daun suji, tepung terigu, dan garam. aduk rata. Tambahkan kenari. aduk rata. 3. Tuang ke cetakkan poffertjes yang sudah dipanaskan. Biarkan sampai setengah matang. Beri sepotong kenari di tengahnya. Tutup. panggang sampai matang.

Kerang Tahu Masak Tiram Untuk 3 porsi ala Catering Jakarta

Kerang Tahu Masak Tiram Untuk 3 porsi ala Catering Jakarta

Bahan: 500 gr kerang tahu bercangkang 1 lbr daun salam 1/2 bh bawang bombay, iris panjang 3 siung bawang putih, cincang kasar 2 bh cabai merah besar, potong miring 2 bh cabai hijau besar, potong miring 1 cm jahe, memarkan 1 sdm saus tiram 1/2 sdm kecap manis 1/4 sdt merica bubuk 1/2 sdt garam 1 sdt gula pasir 150 ml air 1 sdt tepung sagu, larutkan dalam 1 sdt air 1 sdt minyak wijen 2 sdm minyak goreng, untuk menumis

Cara Membuat: 1. Rebus kerang tahu dengan daun salam dan 2 cm arang sampai matang. Angkat dan tiriskan. 2. Tumis bawang bombay, bawang putih, cabai merah, cabai hijau dan jahe sampai harum. 3. Masukkan kerang. Aduk rata. Tambahkan saus tiram, gula pasir, kecap manis, merica bubuk dan garam. Aduk rata. 4. Tuang air. Aduk sampai mendidih. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup. Menjelang diangkat tambahkan minyak wijen. Aduk rata.

Kembu Paria untuk 6 porsi

Bahan: 100 gr kelapa parut kasar, sangrai, haluskan 200 gr kentang, kukus, haluskan 7 bh paria ukuran besar, potong 3, belah, buang biji 300 gr daging giling 1 1/2 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 1/4 sdt merica bubuk 1 btr telur 1 sdt air asam, dari 1/2 sdt asam, larutkan 1 sdt air asam 1.000 ml santan kental, dari 1/4 btr kelapa

Bumbu Halus: 2 cm kunyit, bakar 1 btg serai, ambil putihnya 12 btr bawang merah 1 siung bawang putih 2 bh cabai merah besar 1/4 sdt pala

Cara Membuat: 1. Rebus paria sampai setengah matang. Sisihkan. 2. campurkan kentang, daging giling, bumbu halus, garam, gula pasir, merica bubuk dan telur. 3. ambil satu buah paria. Beri isi. lakukan sampai adonan habis. 4. Rebus santan, kelapa dan air asam sambil diaduk hingga mendidih kemudian masukkan paria. masak hingga kuah meresap.

Nasi Ulam Untuk 5 Porsi

Bahan: 1.000 gram nasi putih hangat 200 gram kelapa parut kasar, disangrai 1 sendok teh garam 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus: 7 siung bawang putih 3 buah cabai rawit merah 50 gram ebi, diseduh, disangrai

Bahan pelengkap: 100 gram teri nasi goreng 100 gram kacang tanah goreng 4 buah ketimun, dipotong-potong 1 ikat kecil daun kemangi 3 butir telur, dibuat dadar rawis 2 sendok makan bawang goreng

Cara membuat: 1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Tambahkan kelapa sangrai. Aduk rata. Angkat. 2. Masukkan dalam nasi hangat. Aduk hingga rata. 3. Sajikan nasi ulam bersama pelengkapnya (dn).