Category Archives: Berita

Transparansi Pengadaan Radar Bag4

Ini terutama karena lembaga-lembaga pertahanan kurang transparan. Pemerintah perlu menengok, misalnya, ke Korea Selatan, negara yang oleh Transparency International digolongkan ke kelompok C atau kategori korupsi berisiko sedang. Negeri ginseng itu berusaha membuat lembaga pertahanannya lebih transparan dengan menyusun mekanisme audit rutin. Audit dilakukan oleh Bureau of Audit and Investigation, semacam BPK. Mereka juga punya AntiCorruption and Civil Rights Commission, semacam KPK, yang memiliki divisi khusus antikorupsi di lembaga pertahanan.

Melibatkan lembaga audit dan pengawasan perlu. Sebab, menangani masalah korupsi di lembaga pertahanan bukanlah tindakan haram. Sudah saatnya TNI lebih terbuka. TNI tak boleh terus-menerus berlindung di balik kerahasiaan militer. Dalih ini hanya akan menjadi ladang subur bagi para koruptor dan agen pedagang senjata.

Tarik-Ulur Proyek Reklamasi

Polemik proyek reklamasi masih menjadi isu panas yang diperbincangkan hingga saat ini. Setelah sempat dimoratorium, hingga pergantian menteri koordinator kemaritiman yang baru, perkembangan proyek ini masih belum ada kejelasan. Padahal reklamasi dapat menjadi kunci untuk pembaruan dki jakarta ke arah yang lebih baik lagi. Melalui reklamasi, pemerintah jadi mempunyai kesempatan untuk menata ulang wilayah pesisir utara yang kondisi perairannya telah rusak dan tercemar agar bisa baik lagi.

Di samping itu, proyek ini dapat menjadi solusi bagi masalah kepadatan penduduk yang menghantui jakarta sebagai ibu kota negara kesatuan republik indonesia. Dengan segala kendala yang melanda proyek ini, sudah pasti akan ada pihak yang merasa dirugikan. Salah satunya para investor atau pengembang yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi dki jakarta. Bisa dibayangkan sudah berapa banyak modal yang mereka keluarkan untuk memulai proyek ini. Tidak hanya secara materi, mereka juga dirugikan untuk waktu yang tidak terpakai selama masa pemberhentian ini.

Android Plus Pesaing Nexus

Pendatang baru kali ini bernama Oneplus One. Mengusung moto NEVER SETTLE mereka yakin dengan kebebasan menggunakan ponsel dengan spesifi kasi tinggi. Memiliki build quality jempolan, kustomisasi tanpa batas serta dengan harga murah (baca: terjangkau). Terdengar terlalu muluk atau sebuah impian lebay? Mendengar nama Oneplus One mungkin membuat kita bertanya ada hubungan apa dengan Google+ (sosial media yang menggunakan +1 sebagai bentuk apresiasi post). Oh.. tidak.. Tidak ada hubungannya sama sekali. Atau terbesit anggapan seperti “Ah ponsel cina yang nggak jelas lagi” dan banyak lagi yang memandang sebelah mata. Ok, terserah apa anggapan orang akan Oneplus One tapi disini kita buktikan kalo ponsel anyar ini tidak hanya meramaikan tapi juga akan mengejutkan pasar ponsel di Indonesia.

Hardware.

Desain dari Oneplus One cukup menarik. Elegan dan terlihat kokoh. Saat digenggam memang ponsel ini terasa besar tapi tetap nyaman untuk digunakan. Dari sisi depan terlihat layar IPS LCD display 1080p dengan bentang 5.5”. Speaker phone terdapat di bagian tengah atas bersebelahan dengan 5 megapixel front camera. Salah satu hal unik, permukaan display yang menggunakan Gorilla Glass 3 ini mempunyai permukaan sedikit lebih tinggi dibanding framenya. Pada sisi frame sebelah kanan terdapat tombol power sedangkan tombol volume dan slot micro SIMcard berada di sisi kiri. Sisi atas kita temui 3,5 mm port earphone dan 1 noise cancelling serta port charger ada di sisi bagian bawah diapit oleh 2 speaker grill. Beralih ke belakang, plastik kuat polycarbonate melapisi seluruh back cover.

Di sana terdapat kamera 13 megapixel dengan dual flash, satu lagi noise cancelling dan tidak lupa disematkan logo dari One plus One. Lanjut ke “jeroan” dalam, Oneplus One menggunakan prosesor Qualcomm Quadcore yang berlari di 2.5 Ghz dengan 3 GB RAM. Spesifi kasi yang hanya dimiliki oleh ponsel fl agship pabrikan lain yang dijual dengan harga tinggi bukan? Ok, satu poin di mana mereka yakin akan hardware dan build quality jempolan sudah berhasil mereka penuhi. Oneplus One memiliki kualitas perangkat kelas premium. 9 Display Ketajaman 1080p IPS LCD dari Oneplus One menghasilkan gambar yang cukup jernih. 5,5” dengan 441 ppi pixel density cukup mumpuni jika dibandingkan dengan beberapa ponsel fl agship lain. Tapi tentu saja masih kalah jika Samsung Galaxy S5 dan HTC One M8 sebagai perbandingannya. Tapi hey.. Harganya juga jauh. Belum lagi dengan menggunakan panel IPS, Oneplus One tetap jelas dipandang dari sudut manapun. Gambar yang dihasilkan pun terlihat lebih natural. Hingga faktor kenyamanan setara dengan HTC One M8 dan lebih baik daripada Samsung

Camera

Memiliki 13 MP kamera belakang dan 5 MP kamera depan di Oneplus One. Bisa apa? Kamera belakang Oneplus One menggunakan sensor dari Sony. Terdapat juga enam mode (elemen) lensa yang bisa menghasilkan gambar maksimal jika digunakan pada mode dan saat yang tepat. Untuk pengambilan di saat kurang cahaya f/2.0 aperture disematkan pada kameranya. Untuk kamera depan hasilnya pun tidak mengecewakan. Tapi mungkin wajar mengingat kamera depan ini memiliki 5 MP di saat kompetitor lain masih setia pada 2 MP. Interface kamera sangat sederhana. Jika anda terbiasa menggunakan google camera maka Cyanogen camera adalah versi lebih komplitnya.

Selain pilihan yang terpampang jelas pada kamera utama. Untuk mengganti mode hanya perlu menggeserkan jari dari atas ke bawah atau sebaliknya. Performa dan hasil kamera cukup baik, setara jika dibandingkan dengan LG Nexus 5. Hanya saja tertinggal jauh jika disandingkan dengan HTC One M8 ataupun tipe Nokia Lumia terbaru. Tapi sekali lagi, harga jauh berbeda. Beranjak ke Video recording. Performa dari kamera Oneplus One sangat solid, selain bisa merekam resolusi 4K dengan 20 Mbps bitrate, Oneplus One juga sanggup untuk merekam 60fps slow motion pada 1080p dan 120fps pada 720p. Kekurangan akan optical image stabilization (OIS) bisa ditutupi menggunakan software tweaks dari Cyanogen.

Kali Sentiong Dipompa Selama Asian Games

Sebanyak 27 pompa mobile dioperasikan di pintu air Kemayoran untuk mengalirkan air dari Kali Sentiong ke Kali Sunter selama Asian Games 2018. Upaya itu dilakukan agar debit air di belakang Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, berkurang. ”Begitu pula dengan baunya (akan berkurang),” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, kemarin.

Dia menjelaskan, pemompaan air sudah dilakukan sejak pekan ini. Pompa berada di Gang Kelor, percabangan Kali Sentiong dan Kali Sunter, yang berjarak sekitar 1 kilometer sebelum Wisma Atlet. Pompa tersebut diperlukan lantaran permukaan Kali Sentiong, atau yang dikenal dengan Kali Item, lebih rendah dari Kali Sunter. Menurut Teguh, pompa milik Dinas Sumber Daya Air berkapasitas 250 liter per detik. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, juga menyiapkan lima unit mobil pompa.

Muslimah Pertama di Kongres AS

Rashida Tlaib (dibaca Talib) akan menjadi wanita mus- lim pertama di Amerika Serikat yang terpilih sebagai anggota Kongres, setelah dia memenangi jajak pendapat Demokrat dalam pemilihan anggota Kongres tengah periode untuk mewakili distrik 13 di daerah asalnya, Selasa lalu waktu setempat.

Mantan anggota parlemen Negara Bagian Michigan ini berhasil meraih 33,6 persen suara dan mengalahkan lima kandidat lain untuk menggantikan John Conyers Jr, yang bertugas sejak 1965 hingga pensiun tahun lalu. Conyers terpaksa pensiun menyusul klaim pelecehan seksual. “Terima kasih banyak telah membuat momen yang mustahil ini terjadi,” cuit Tlaib pada Rabu lalu. “Saya kehilangan katakata. Saya tidak sabar untuk melayani Anda di Kongres.” Putri keluarga imigran Palestina ini lahir di Detroit pada 1976.