MINI Terbaru Yang Sensasional

Ciri khas MINI yang sela- lu menghadirkan mobil baru yang kuat dalam hal fun to drive, handling dan performa, kembali diteruskan lewat produk terbarunya, John Cooper Works. Uniknya, untuk merasakan sensasi mengemudikannya, kami lakukan di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (21-23/9). Di acara tahunan bertajuk MINI Hopping 2015, produk terbaru MINI itu kami uji. Makin nikmat karena sensasi mengemudi ala gokart yang disajikan MINI JCW itu dilakukan di atas jalan mulus nan berliku.

“Kondisi jalan di Lombok menyediakan kondisi yang cukup ideal untuk merasakan “sensasi gokart” yang merupakan ciri khas MINI,” ujar Jodie O’tania, Head of Corporate Communications BMW Group Indonesia. Selain JCW, di sesi tes ini juga disediakan Cooper S 3 pintu dan 5 pintu. Memang kami memberi perhatian lebih kepada MINI JCW, tak lain karena ia adalah MINI paling bertenaga yang pernah dijual di Indonesia. Menggunakan mesin 1.998 cc 4 silinder yang mampu menghasilkan 231 dk dan torsi maksimum 320 Nm.

Kapasitas Maksimal dengan RAID 0 ala NET89

Kapasitas Maksimal dengan RAID 0 ala NET89

Kebutuhan akan storage dirasa kian meningkat. Ukuran standar storage kini sudah mencapai satuan terabyte. Menyikapi fenomena tersebut, Western Digital (WD) mengeluarkan solusi storage berukuran “raksasa”: WD My Book Duo 12 TB. Tampil dengan dimensi dan bobot yang besar pula, storage ini lebih ditujukan untuk penggunaan di lokasi yang statis. Walau pun berperan seperti hard disk eksternal, storage ini membutuhkan power tambahan selain yang didapat dari koneksi USB 3.0.

My Book Duo memiliki tampilan seperti tower. Di dalamnya, WD menggunakan dua buah WD Red Drive 6 TB, yang biasanya digunakan pada NAS. Di bagian depannya, My Book Duo memiliki tiga LED sebagai indikator power dan aktivitas kedua hard disk Red Drive tadi. Di bagian belakang, My Book Duo menyediakan dua port USB 3.0 yang berperan sebagai tambahan port bagi PC Anda. Anda dapat dengan mudah membuka My Book Duo. WD mengklaim bahwa pengguna dapat mengganti hard disk di My Book Duo dengan mudah.

Kenyataannya, tidak ada instruksi atau simbol petunjuk baik di manual atau di My Book Duo itu sendiri. Itu artinya, Anda perlu konsentrasi ekstra saat membongkarnya. Book Duo secara default menggunakan RAID 0. Yang akan tampil di PC Anda adalah satu drive NTFS berukuran 10,9 TB. Format NTFS cukup menyulitkan jika Anda ingin menggunakannya di PC berbasis Mac OSX atau Linux. Selain RAID 0, Anda dapat mengubahnya menjadi RAID 1 atau JBOD (Just Bunch of Disks). WD menyertakan aplikasi bawaan dan manual di dalam My Book Duo. WD juga melengkapi My Book Duo dengan Acronis True Image WD Edition (downloadable).

Selesai menginstal aplikasi bawaan, akan muncul WD SmartWare untuk keperluan back­up data. Aplikasi lainnya adalah WD Security (untuk mengunci My Book Duo dan enkripsi AES 256­bit berbasis hardware) dan WD Utilities. Pada WD Utilities, Anda dapat mengubah konfigurasi RAID, diagnosa hard disk (SMART, self­test, dan cek bad sector), mengatur sleep timer, menghapus data pada My Book Duo, dan registrasi produk.

Andalkan Telur & Margarin Bagian 2

Setelah matang sempurna, martabak diangkat lalu dilipat dua dan dimasukkan ke dalam kemasan kotak kardus. harga jual martabaknya bervariasi. Untuk martabak tebal rasa keju, per buahnya Rp 8 ribu, sedangkan martabak tipis per buahnya Rp 4.500.

Setiap menjelang akhir pekan atau hari libur, kedai Martabak Piring Murni akan dipadati pembeli. Bahkan untuk mendapatkan sebuah martabak saja, pembeli rela antre cukup lama. Menurut Eli, pembelinya tak hanya warga Medan saja. “Banyak juga tamu-tamu dari luar kota yang sedang berada di Medan mampir ke sini. Mereka bahkan memesan banyak untuk dijadikan oleh-oleh.

Malah pernah ada yang membawanya sampai ke luar negeri,” katanya sambil tersenyum. Eli juga mengatakan, martabaknya tergolong tak mudah basi. Bahkan bisa tahan hingga seminggu jika disimpan di dalam lemari es. Saat akan dinikmati kembali, tinggal dipanaskan di dalam oven atau microwave. Martabak Piring Murni menutup kedai pukul 22.00 WIB.

Andalkan Telur & Margarin

Ada dua jenis martabak yang tersedia di kedai Martabak Piring Murni. Yakni martabak tebal dan martabak tipis. Martabak tebal tentu saja terlihat lebih gemuk dan empuk, kendati ukurannya tetap mini. Sementara martabak tipis, adonan martabaknya sengaja dibuat tipis dengan tekstur yang lebih krispi. “Martabak tipis ini lebih lezat dinikmati selagi masih hangat. Jika sudah dingin, jadi tidak krispi lagi,” saran Eli.

Sementara itu, pilihan rasanya terdiri dari cokelat, kacang, coklat kacang, keju, coklat keju, dan campur. Untuk membuat martabak piring, bahan yang digunakan di antaranya tepung terigu, telur, margarin, dan air. “Martabak kami tidak diberi santan. Rasa gurihnya muncul dari penggunaan telur dan margarin. Adonanya dibuat encer supaya lebih mudah matang,” akunya.

Setelah ada pesanan, adonan encer dituang ke dalam piring-piring kaleng yang dilengkapi tangkai kayu sebagai pegangannya. Adonan langsung dipanggang di atas bara api. Saat sudah tampak setengah matang, adonan diberi taburan gulai pasir, meises, keju, coklat, atau kacang, sesuai pesanan.

Martabak di Atas Piring

Eli mengisahkan, kedua tuanya merupakan perantau asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Sesampainya di Sumatera Utara, Bupon dan istri sempat bingung untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya Bupon memutuskan berjualan martabak. “Di Bukit Tinggi, orang jualan martabak piring sangat banyak. Kebetulan Papa tahu cara membuat martabak,” tuturnya.

Bupon lalu membuka lapak martabak dan mempraktikkan ilmu membuat martabak yang diperolehnya dari kampung halamannya, Minang Kabau. Di masa itu, bahan bakar gas belum populer seperti sekarang. Bupon lantas memanggang martabak dengan menggunakan arang. Bupon membuat ukuran martabak yang sederhana agar ia bisa menjualnya dengan harga lebih murah dan pembeli mudah menikmatinya. Ia pun menggunakan piring seng sebagai loyang martabaknya.

Tak disangka, cara super simpel ini justru sangat menarik perhatian orang. Bahkan pembeli suka dengan rasanya. “Biasanya, kan, ukuran martabak besar-besar dan tebal. Untuk satu martabak saja harus dimakan 3-4 orang, baru habis,” jelas Eli. Nah, martabak buatan Bupon ukurannya lebih mini. “Sekali makan saja, orang bisa menghabiskan 3 sampai 5 martabak,” katanya lagi. Dengan ukurannya yang mini, ia pun tak perlu repot memotong motong martabak. Bisa langsung disantap.

Gecok Daging untuk 6 porsi ala Catering Kantor Jakarta

Gecok Daging untuk 6 porsi ala Catering Kantor Jakarta

Bahan: 2 sdm wijen, sangrai, haluskan 250 gr daging sapi sengkel, potong kotak 150 gr hati sapi, rebus, potong-potong kotak 150 gr usus sapi, rebus, potong-potong 3 cm 150 gr babat, rebus, potong kotak 3 cm lengkuas, memarkan 2 btg serai, ambil putihnya, memarkan 8 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya, iris 2 sdt garam 2 sdt gula pasir 1 sdt merica bubuk 550 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 4 bh belimbing wuluh, iris 1 sdt air asam jawa, dari 1/2 sdt asam jawa, larutkan dalam 1 sdm air 2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus: 5 btr kemiri, sangrai 8 btr bawang merah 3 siung bawang putih 2 bh cabai rawit merah

Cara Membuat: 1. panaskan minyak. Tumis bumbu halus, serai, daun jeruk, dan lengkuas hingga tercium bau harum. masukkan daging. aduk sampai berubah warna. 2. Tambahkan hati sapi, babat, usus, gula pasir, merica bubuk, dan garam dan aduk rata. 3. Tuang santan secara bertahap. masak sampai matang dan meresap. 4. masukkan belimbing wuluh, air asam jawa, dan wijen. Dan aduk. masak hingga matang.

Martabak Piring Murni, Medan

Saat hari mulai senja, sejumlah pertokoan di kawasan Jalan Bogor, Medan mulai tutup. Pada saat itulah kedai dengan gerobak dengan nama Martabak Piring Murni mulai membuka dagangan. Beratapkan tenda sederhana berwarna biru, sang pemilik usaha, Eli (30), memulai aktivitasnya sejak pukul 18.00 WIB. Di sisi gerobak mulai ditata sekitar 8 tungku besi.

Eli lalu membakar sejumlah arang lalu dimasukkan ke dalam tungku-tungku. Di atas tungku inilah martabak-martabak berukuran mini nantinya dipanggang di atas bara api. Aroma harum martabak manis, seketika akan menyebar ke berbagai penjuru, seolah ingin mengajak orangorang untuk singgah ke kedainya.

Uniknya, martabak yang Eli buat, di tidak di atas loyang martabak pada umumnya, melainkan di atas piring-piring seng yang dipasangi pegangan kayu di salah satu sisinya, untuk memudahkan proses pemanggangan. Tak heran bila kemudian usaha martabak ini dinamai martabak piring. Menurut Eli, martabak piring dirintis ayahnya, Bupon, sejak 40 tahun silam.

Setelah ayahnya kian renta, usaha martabak piring ini diambil alih oleh Eli. “tidak ada yang berubah, walaupun usaha telah mengalami perpindahan tangan. Proses memasak martabaknya masih tetap sama seperti ketika dikelola Papa. Justru cara masak ini sengaja kami dipertahankan. Martabak dipanggang di atas piring. Bedanya, kini kami sudah punya 4 cabang,” papar Eli bangga.

Telur Puyuh Kuah Santan Untuk 5 porsi ala Catering Sehat Jakarta

Telur Puyuh Kuah Santan Untuk 5 porsi ala Catering Sehat Jakarta

Bahan: 15 btr telur puyuh, rebus, kupas 4 lbr daun jeruk, buang tulangnya 2 lbr daun salam 2 btg serai, memarkan 1 1/4 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 1/4 sdt merica bubuk 500 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 2 sdm minyak, untuk menumis

Bumbu Halus: 2 cm kunyit, bakar 3 btr kemiri, sangrai 8 btr bawang merah 4 siung bawang putih 2 cm jahe 1/4 sdt jinten

Cara Membuat: 1. Tumis bumbu halus, daun salam, serai, dan daun jeruk hingga tercium bau harum. Masukkan telur. Aduk rata. 2. Tambahkan garam, gula, dan merica. Aduk rata. Tuang santan sedikit-sedikit. Masak sambil diaduk sampai matang dan agak kental.

Jambrai Sagar untuk 3 porsi

Bahan: 1 cm kunyit, bakar, memarkan 1 ikat (50 gr) daun katuk, siangi 1 ikat (100 gr) daun labu, siangi 50 gr kacang hijau 3 bh cabai hijau, potong serong 3 1/2 sdt garam 3 sdt gula pasir 3/4 sdt merica bubuk 1.500 ml air kaldu

Bahan Halus: 4 btr kemiri, sangrai 8 btr bawang merah

Cara Membuat: 1. Rebus kacang hijau menggunakan 1000 ml air hingga kacang hijau menjadi empuk. Tambahkan air kaldu dan bumbu halus. Rebus lagi sampai mendidih. Tambahkan garam, merica bubuk, dan gula pasir. aduk rata. 2. Tambahkan kunyit dan cabai hijau. aduk rata. masukkan daun katuk dan daun labu. masak sampai matang.

Bika jawa Pona Ubi untuk 24 potong

Bahan: 200 gr ubi putih, kukus, haluskan 2 btr telur, kocok lepas 50 gr tepung beras 50 gr gula pasir 350 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 50 ml air daun suji, dari 30 lbr daun suji dan 4 lbr daun pandan 75 gr tepung terigu protein sedang 1/2 sdt garam 50 gr kenari, cincang kasar 25 gr kenari, potong 2 bagian

Cara Membuat: 1. aduk rata tepung beras, ubi, dan gula pasir. Tambahkan telur. aduk rata. 2. masukkan santan, air daun suji, tepung terigu, dan garam. aduk rata. Tambahkan kenari. aduk rata. 3. Tuang ke cetakkan poffertjes yang sudah dipanaskan. Biarkan sampai setengah matang. Beri sepotong kenari di tengahnya. Tutup. panggang sampai matang.

Kerang Tahu Masak Tiram Untuk 3 porsi ala Catering Jakarta

Kerang Tahu Masak Tiram Untuk 3 porsi ala Catering Jakarta

Bahan: 500 gr kerang tahu bercangkang 1 lbr daun salam 1/2 bh bawang bombay, iris panjang 3 siung bawang putih, cincang kasar 2 bh cabai merah besar, potong miring 2 bh cabai hijau besar, potong miring 1 cm jahe, memarkan 1 sdm saus tiram 1/2 sdm kecap manis 1/4 sdt merica bubuk 1/2 sdt garam 1 sdt gula pasir 150 ml air 1 sdt tepung sagu, larutkan dalam 1 sdt air 1 sdt minyak wijen 2 sdm minyak goreng, untuk menumis

Cara Membuat: 1. Rebus kerang tahu dengan daun salam dan 2 cm arang sampai matang. Angkat dan tiriskan. 2. Tumis bawang bombay, bawang putih, cabai merah, cabai hijau dan jahe sampai harum. 3. Masukkan kerang. Aduk rata. Tambahkan saus tiram, gula pasir, kecap manis, merica bubuk dan garam. Aduk rata. 4. Tuang air. Aduk sampai mendidih. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup. Menjelang diangkat tambahkan minyak wijen. Aduk rata.

Kembu Paria untuk 6 porsi

Bahan: 100 gr kelapa parut kasar, sangrai, haluskan 200 gr kentang, kukus, haluskan 7 bh paria ukuran besar, potong 3, belah, buang biji 300 gr daging giling 1 1/2 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 1/4 sdt merica bubuk 1 btr telur 1 sdt air asam, dari 1/2 sdt asam, larutkan 1 sdt air asam 1.000 ml santan kental, dari 1/4 btr kelapa

Bumbu Halus: 2 cm kunyit, bakar 1 btg serai, ambil putihnya 12 btr bawang merah 1 siung bawang putih 2 bh cabai merah besar 1/4 sdt pala

Cara Membuat: 1. Rebus paria sampai setengah matang. Sisihkan. 2. campurkan kentang, daging giling, bumbu halus, garam, gula pasir, merica bubuk dan telur. 3. ambil satu buah paria. Beri isi. lakukan sampai adonan habis. 4. Rebus santan, kelapa dan air asam sambil diaduk hingga mendidih kemudian masukkan paria. masak hingga kuah meresap.

Joko S. Tjandra dan Anna Boentaran dalam resepsi pernikahan anak mereka

Joko S. Tjandra dan Anna Boentaran dalam resepsi pernikahan anak mereka

MEWAKILI Anna Boentaran di persidangan, Ainul Syamsu mengaku belum pernah berjumpa dengan kliennya itu. ”Ada perwakilan keluarga Joko Tjandra yang menjadi perantara dengan Anna,” kata Ainul. Ia juga mengaku tak tahu apa status si perantara dalam keluarga Joko Tjandra. ”Sewaktu berkenalan, bilangnya masih saudara. Saya enggak banyak tanya juga,” ujarnya. Ainul menuturkan, pertemuan dengan si perantara terjadi sekitar Oktober tahun lalu. Waktu itu kontrak Ainul sebagai pengacara Patrialis Akbar—salah seorang hakim konstitusi yang mengadili permohonan uji materi yang diajukan Anna Boentaran— baru saja berakhir.

Ainul mendampingi Patrialis dalam sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara pada medio 2013. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat menggugat surat keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengangkat Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi. Patrialis memenangi perkara tersebut. Patrialis menolak berkomentar tentang perkenalannya dengan Ainul. ”No comment,” kata Patrialis di Mahkamah Konstitusi, Kamis pekan lalu. Si perantara, menurut Ainul, meminta dia mencari celah untuk membatalkan putusan peninjauan kembali atas Joko Tjandra. Waktu itu Ainul belum terpikir untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

Ide menguji KUHAP di Mahkamah Konstitusi muncul setelah Ainul dan timnya beberapa kali bertemu dengan perantara itu pada akhir 2015. Pada akhir Maret, Mahkamah Konstitusi mulai menyidangkan gugatan uji materi yang diajukan keluarga Joko Tjandra. Dibanding kebiasaan sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi, persidangan perkara ini berlangsung kilat. Hanya ada tiga kali sidang, yakni pemeriksaan pendahuluan, perbaikan permohonan, dan pembacaan putusan. Tak ada sidang meminta keterangan pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat, pihak terkait seperti Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung, ataupun keterangan ahli.

Sidang kilat ini mengundang curiga sejumlah pegiat pengawas peradilan. ChokyRamadhan dari Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia menilai sidang tersebut ganjil karena tidak meminta tanggapan pemerintah. ”Kalau tidak mendengar saksi ahli, enggak jadi masalah,” ucapnya. Senada dengan Choky, peneliti dari Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan, Tanziel Azizi, merujuk pada Pedoman Beracara dalam Perkara Pengujian Undang-Undang. Menurut pedoman itu, mendengarkan saksi dan tanggapan pemerintah merupakan bagian dari agenda persidangan. Memang, menurut dia, pedoman tersebut tidak menjelaskan apakah semua tahapan sidang harus dijalankan atau bisa dilewati sebagian. Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat menolak berkomentar tentang sidang yang cepat ini. Demikian pula Patrialis Akbar.

Adapun hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna mengatakan alasan sidang tanpa meminta keterangan pemerintah dan DPR sudah termuat dalam putusan. ”Pelajari putusan itu. Sebagai hakim, kami tak bisa berkomentar,” katanya. Dalam putusannya, hakim konstitusi mengutip Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi. Disebutkan, Mahkamah memang ”dapat” meminta keterangan dari pemerintah atau DPR. Namun kata ”dapat” bukanlah kewajiban. Dalam uji materi yang pokok masalahnya cukup jelas, hakim konstitusi tak perlu meminta pandangan pihak lain.

Jaksa belum bisa menerima wewenang mereka dipereteli. Jaksa Agung H.M. Prasetyo mengatakan akan mencari celah hukum agar lembaganya tetap bisa mengajukan permohonan peninjauan kembali. ”Kami akan berkoordinasi dengan Mahkamah Agung, puncak kekuasaan kehakiman yang menjadi acuan kejaksaan.” Selain itu, Prasetyo melanjutkan, kejaksaan akan terus mengejar Joko Tjandra dalam pelariannya. Prasetyo menambahkan, selama ini Kejaksaan Agung kesulitan memulangkan Joko Tjandra karena ia dalam perlindungan pemerintah Papua Nugini. ”Dia susah disentuh karena banyak memberi sumbangan ke Papua Nugini,” ujar Prasetyo. Undang-Undang Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Papua Nugini yang disahkan pada Februari tahun lalu, menurut Prasetyo, juga tidak banyak membantu.

Tampaknya Kejaksaan Agung bertepuk sebelah tangan. Mahkamah Agung mengirim sinyal akan menutup peluang jaksa bisa mengajukan permohonan peninjauan kembali. Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali mengatakan putusan tafsir konstitusi tersebut harus dihormati oleh jaksa. ”Tafsir Mahkamah Konstitusi tersebut memberi kepastian hukum,” kata Hatta. ”Jika selama ini multitafsir, sekarang sudah jelas.”

Website : kota-bunga.net

OMPONG JAKSA KARENA JOKO TJANDRA

OMPONG JAKSA KARENA JOKO TJANDRA

ENAM tahun menjadi buron Kejaksaan Agung, Joko Soegiarto Tjandra tak berhenti melawan. Melalui istrinya, Anna Boentaran, terpidana korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali ini menggugat wewenang Korps Adhyaksa mengajukan permohonan peninjauan kembali atas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Perlawanan itu pun sukses memereteli wewenang jaksa. Anna mengajukan uji materi Pasal 263 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana ke Mahkamah Konstitusi pada awal Januari lalu.

Pengacara Anna, Muhammad Ainul Syamsu, mengatakan Kejaksaan Agung semenamena menafsirkan pasal tersebut. ”Sudah jelas hanya keluarga atau ahli waris yang bisa mengajukan permohonan peninjauan kembali,” kata Ainul, Selasa pekan lalu. Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan Anna, Kamis dua pekan lalu. Majelis hakim konstitusi menegaskan dua hal. Pertama, peninjauan kembali hanya dapat diminta oleh terpidana atau ahli warisnya. Kedua, upaya hukum luar biasa itu tidak bisa diajukan untuk putusan bebas dari dakwaan atau lepas dari tuntutan. Tanpa diuji materi sekalipun, Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana sebenarnya menyatakan peninjauan kembali merupakan hak terpidana dan ahli warisnya.

Penyimpangan atas pasal ini pertama kali terjadi pada 1996, ketika jaksa mengajukan permohonan peninjauan kembali dalam perkara Muchtar Pakpahan. Kala itu, jaksa tak puas atas putusan hakim kasasi yang membebaskan Muchtar dari dakwaan menghasut buruh. Mahkamah Agung mengabulkan permohonan jaksa dan menghukum Muchtar empat tahun penjara. Sejak itu, jaksa belasan kali mengajukan permohonan peninjauan kembali. Lima di antaranya dikabulkan.

Kejaksaan Agung mulai mengusut skandal pengalihan hak tagih Bank Bali senilai Rp 904 miliar pada September 1999. Setahun kemudian, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Joko Tjandra tak bersalah karena perkara ini seharusnya masuk ranah perdata. Pada 2001, jaksa mengajukan permohonan kasasi. Namun Mahkamah Agung menguatkan putusan pengadilan negeri. Delapan tahun kemudian, Kejaksaan Agung mengajukan permohonan peninjauan kembali dengan alasan menemukan bukti baru. Kali ini Mahkamah Agung menerimanya.

Joko Tjandra divonis dua tahun penjara dan didenda Rp 15 juta. Namun putusan tak bisa dieksekusi karena bos Mulia Group itu kabur dengan jet pribadi ke Papua Nugini sehari sebelum hakim kasasi membuat putusan. Joko Tjandra mendapat status kewarganegaraan di negara tersebut. Menurut Ainul, putusan Mahkamah Konstitusi akan berguna bagi kliennya. ”Bisa dijadikan novum jika kami mengajukan permohonan peninjauan kembali,” ujarnya. Namun Ainul belum memastikan apakah mereka akan mengambil langkah hukum tersebut.

”Masih dibicarakan.” Sebelumnya, Joko Tjandra pernah mengajukan permohonan peninjauan kembali atas putusan peninjauan kembali yang diajukan jaksa. Namun upaya ”PK atas PK” itu ditolak Mahkamah Agung. Ainul membaca peluang baru karena Mahkamah Konstitusi, pada Maret 2014, memutuskan bahwa peninjauan kembali dalam perkara pidana bisa dilakukan berkali-kali—sepanjang terpidana bisa mengajukan bukti baru (novum). Meski demikian, Mahkamah Agung telah mengeluarkan surat edaran bahwa peninjauan kembali hanya bisa dilakukan sekali.