Kali Sentiong Dipompa Selama Asian Games

Sebanyak 27 pompa mobile dioperasikan di pintu air Kemayoran untuk mengalirkan air dari Kali Sentiong ke Kali Sunter selama Asian Games 2018. Upaya itu dilakukan agar debit air di belakang Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, berkurang. ”Begitu pula dengan baunya (akan berkurang),” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, kemarin.

Dia menjelaskan, pemompaan air sudah dilakukan sejak pekan ini. Pompa berada di Gang Kelor, percabangan Kali Sentiong dan Kali Sunter, yang berjarak sekitar 1 kilometer sebelum Wisma Atlet. Pompa tersebut diperlukan lantaran permukaan Kali Sentiong, atau yang dikenal dengan Kali Item, lebih rendah dari Kali Sunter. Menurut Teguh, pompa milik Dinas Sumber Daya Air berkapasitas 250 liter per detik. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, juga menyiapkan lima unit mobil pompa.

Sayur Lodeh Iwak Peyek ala Catering Jakarta Barat

Sayur Lodeh Iwak Peyek ala Catering Jakarta Barat

Kendati menyediakan menu sederhana dan familiar di lidah, namun kedai yang satu ini seolah menjadi pengobat rindu bagi para perantau yang ingin menyantap aneka masakan khas rumahan buatan ibu. Sesuai nama kedainya, menu andalan di sini adalah sego gunung. Seporsi sego gunung terdiri dari nasi dengan kuah lodeh manisa, tempe gimbal, dan rempeyek udang.

Sang pemilik kedai, Andreas, menjelaskan, konon sego gunung merupakan menu para kuli yang bekerja di kawasan Babat, Lamongan, Jawa Timur. “Sego gunung ini sebelumnya adalah menunya untuk para penambang kapur. Lauknya sederhana saja, nasi dan sayur lodeh. Mereka biasanya makan nasi ini saat beristirahat sambil melihat gunungan kapur. Maka, disebutlah sego gunung,” jelas Andreas. Uniknya, sayur lodehnya menggunakan manisa atau labu siam berkuah santan.

Cita rasanya sungguh nikmat dan gurih. Nasi dan sayur lodeh ini akan menjadi makin lezat rasanya ketika disantap dengan tempe gimbal atau tempe yang diiris tipis dan digoreng kering, plus renyahnya rempeyek udang yang diambild ari sungai. Jika merasa kurang puas dengan lauknya, jangan khawatir. Andreas juga menyediakan aneka lauk tambahan yang dijual terpisah, seperti jeroan babat, usus, dan limpa. Tersedia pula empal goreng dan oseng-oseng tahu tempe. Seporsi sego gunung harganya cukup terjangkau, hanya Rp 9 ribu per porsi. Sedangkan tambahan lauknya, mulai Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu.

Angkringan Kapok Lombok Rasa Enak, Harga Murah Meriah

Angkringan identik dengan kota Yogyakarta, tetapi di Surabaya juga kini Sajiers tak akan sulit menemukan tempat makan berkonsep angkringan. Seperti Angkringan Kapok Lombok yang berada di area GWalk. Angkringan ini tergolong modern karena interiornya tertata apik, bahkan pramusajinya mengenakan kebaya, serta tersedia area makan yang cukup luas.

Pikulan khas pedagang kaki lima akan langsung mencuri perhatian pengunjung saat memasuki kedai ini. Tak hanya itu, pengunjung pun akan langsung dimanjakan dengan beragam sajian yang menggugah selera. Dari aneka sate-satean, seperti telur puyuh, usus, kikil, hingga hati ampela ayam. Menu yang tersedia di sini pun tergolong bervariasi, tak hanya nasi kucing khas angkringan saja.

Sajiers juga bisa memesan seporsi nasi timlo, tahu tek, dan tentu saja nasi kucing dengan isi lauk suwiran ayam, empal, atau tuna berbumbu. Untuk menikmati sajian nasi kucing di sini, Sajiers juga bisa menambah lauk lain, seperti dadar jagung, sosis solo, bakwan udang, tahu berontak, dan masih banyak lagi. Soal harga, kendati kedai makan ini termasuk modern, namun termasuk ramah di kantong. Satu tusuk aneka sate-satean harganya Rp 3.500 dan sebungkus nasi kucingnya seharga Rp 6.500. Murah meriah, bukan?

Muslimah Pertama di Kongres AS

Rashida Tlaib (dibaca Talib) akan menjadi wanita mus- lim pertama di Amerika Serikat yang terpilih sebagai anggota Kongres, setelah dia memenangi jajak pendapat Demokrat dalam pemilihan anggota Kongres tengah periode untuk mewakili distrik 13 di daerah asalnya, Selasa lalu waktu setempat.

Mantan anggota parlemen Negara Bagian Michigan ini berhasil meraih 33,6 persen suara dan mengalahkan lima kandidat lain untuk menggantikan John Conyers Jr, yang bertugas sejak 1965 hingga pensiun tahun lalu. Conyers terpaksa pensiun menyusul klaim pelecehan seksual. “Terima kasih banyak telah membuat momen yang mustahil ini terjadi,” cuit Tlaib pada Rabu lalu. “Saya kehilangan katakata. Saya tidak sabar untuk melayani Anda di Kongres.” Putri keluarga imigran Palestina ini lahir di Detroit pada 1976.

Brownish Kepiting ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta

Brownish Kepiting ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta

Brownis super unik yang memiliki cita rasa gurih ini merupakan kreasi Suci Wirastama, yang menamai produknya Brownish Kepiting Sambal Ganas. Suci memaparkan, brownis gurihnya terbuat dari daging kepiting, telur kepiting, tahu, plus oats. “Bahan utamanya tahu yang dipanggang. Jadi biarpun saya memberinya nama brownis, makanan ini tidak hanya enak dijadikan kudapan, tapi juga sangat pas dijadikan lauk teman nasi,” papar Suci.

Agar cita rasa brownis kepitingnya sempurna di lidah, Suci menggunakan kepiting jenis rajungan yang dianggapnya sangat cocok dipadukan dengan tahu dan bahan lainnya. Apalagi, kepiting rajungan termasuk mudah ditemui di tempat tinggalnya, Balikpapan, Kalimantan Timur. Menurut Suci, kepiting rajungan terkenal memiliki daging yang manis dan gurih. Sehingga brownisnya menghasilkan cita rasa super lezat, termasuk saat disantap bersama sepiring nasi hangat.

Dibalut Abon Kepiting & Sambal Ganas

Dalam mengolah brownisnya, Suci menggunakan perbandingan 60:40, antara kepiting dan bahan lainnya. Hal ini dilakukannya agar cita rasa kepitingnya tetap terasa. Kelezatan brownis kepiting kian lengkap karena setelah keluar dari oven, Suci membalut brownisnya dengan abon kepiting ke seluruh permukaannya. Sebagai pelengkapnya, Suci menambahkan cocolan sambal ganas, yang terbuat dari buah naga, nanas, cabai, dan bumbu lain, yang rasanya pedas, gurih, dan segar. Hmm, sudah terbayang, bukan, kelezatannya! Di Balikpapan, brownis kepiting sudah cukup dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas bagi para pelancong yang berkujung ke kota ini.

Suci mengatakan, brownis kepiting sambal ganas mampu bertahan 2 hari di suhu ruang dan disarankan untuk disimpan di dalam lemari es bila tersisa. “Kalau mau dimakan lagi, tinggal dihangatkan di microwave atau dipanggang di atas pan. Jangan lupa, dicocol sambal ganas agar lebih mantap,” saran Suci seraya mengatakan, brownis kepitingnya dibuat dalam 3 varian ukuran. Ukuran kecil atau per slice, dibanderol Rp 20 ribu, medium Rp 45 ribu, dan besar Rp 75 ribu. Kendati banyak diminati, Suci membuat brownis kepiting sambal ganas berdasarkan pesanan saja. Menurutnya, brownis ini termasuk makanan basah, sehingga harus sangat dijaga kualitasnya. “Minimal pesan H -1. Jika ada yang butuh sore, paling lambat pesan di pagi harinya. Tak bisa dadakan karena saya tak punya ready stok,” pungkas Suci

MINI Terbaru Yang Sensasional

Ciri khas MINI yang sela- lu menghadirkan mobil baru yang kuat dalam hal fun to drive, handling dan performa, kembali diteruskan lewat produk terbarunya, John Cooper Works. Uniknya, untuk merasakan sensasi mengemudikannya, kami lakukan di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (21-23/9). Di acara tahunan bertajuk MINI Hopping 2015, produk terbaru MINI itu kami uji. Makin nikmat karena sensasi mengemudi ala gokart yang disajikan MINI JCW itu dilakukan di atas jalan mulus nan berliku.

“Kondisi jalan di Lombok menyediakan kondisi yang cukup ideal untuk merasakan “sensasi gokart” yang merupakan ciri khas MINI,” ujar Jodie O’tania, Head of Corporate Communications BMW Group Indonesia. Selain JCW, di sesi tes ini juga disediakan Cooper S 3 pintu dan 5 pintu. Memang kami memberi perhatian lebih kepada MINI JCW, tak lain karena ia adalah MINI paling bertenaga yang pernah dijual di Indonesia. Menggunakan mesin 1.998 cc 4 silinder yang mampu menghasilkan 231 dk dan torsi maksimum 320 Nm.

Kapasitas Maksimal dengan RAID 0 ala NET89

Kapasitas Maksimal dengan RAID 0 ala NET89

Kebutuhan akan storage dirasa kian meningkat. Ukuran standar storage kini sudah mencapai satuan terabyte. Menyikapi fenomena tersebut, Western Digital (WD) mengeluarkan solusi storage berukuran “raksasa”: WD My Book Duo 12 TB. Tampil dengan dimensi dan bobot yang besar pula, storage ini lebih ditujukan untuk penggunaan di lokasi yang statis. Walau pun berperan seperti hard disk eksternal, storage ini membutuhkan power tambahan selain yang didapat dari koneksi USB 3.0.

My Book Duo memiliki tampilan seperti tower. Di dalamnya, WD menggunakan dua buah WD Red Drive 6 TB, yang biasanya digunakan pada NAS. Di bagian depannya, My Book Duo memiliki tiga LED sebagai indikator power dan aktivitas kedua hard disk Red Drive tadi. Di bagian belakang, My Book Duo menyediakan dua port USB 3.0 yang berperan sebagai tambahan port bagi PC Anda. Anda dapat dengan mudah membuka My Book Duo. WD mengklaim bahwa pengguna dapat mengganti hard disk di My Book Duo dengan mudah.

Kenyataannya, tidak ada instruksi atau simbol petunjuk baik di manual atau di My Book Duo itu sendiri. Itu artinya, Anda perlu konsentrasi ekstra saat membongkarnya. Book Duo secara default menggunakan RAID 0. Yang akan tampil di PC Anda adalah satu drive NTFS berukuran 10,9 TB. Format NTFS cukup menyulitkan jika Anda ingin menggunakannya di PC berbasis Mac OSX atau Linux. Selain RAID 0, Anda dapat mengubahnya menjadi RAID 1 atau JBOD (Just Bunch of Disks). WD menyertakan aplikasi bawaan dan manual di dalam My Book Duo. WD juga melengkapi My Book Duo dengan Acronis True Image WD Edition (downloadable).

Selesai menginstal aplikasi bawaan, akan muncul WD SmartWare untuk keperluan back­up data. Aplikasi lainnya adalah WD Security (untuk mengunci My Book Duo dan enkripsi AES 256­bit berbasis hardware) dan WD Utilities. Pada WD Utilities, Anda dapat mengubah konfigurasi RAID, diagnosa hard disk (SMART, self­test, dan cek bad sector), mengatur sleep timer, menghapus data pada My Book Duo, dan registrasi produk.

Andalkan Telur & Margarin Bagian 2

Setelah matang sempurna, martabak diangkat lalu dilipat dua dan dimasukkan ke dalam kemasan kotak kardus. harga jual martabaknya bervariasi. Untuk martabak tebal rasa keju, per buahnya Rp 8 ribu, sedangkan martabak tipis per buahnya Rp 4.500.

Setiap menjelang akhir pekan atau hari libur, kedai Martabak Piring Murni akan dipadati pembeli. Bahkan untuk mendapatkan sebuah martabak saja, pembeli rela antre cukup lama. Menurut Eli, pembelinya tak hanya warga Medan saja. “Banyak juga tamu-tamu dari luar kota yang sedang berada di Medan mampir ke sini. Mereka bahkan memesan banyak untuk dijadikan oleh-oleh.

Malah pernah ada yang membawanya sampai ke luar negeri,” katanya sambil tersenyum. Eli juga mengatakan, martabaknya tergolong tak mudah basi. Bahkan bisa tahan hingga seminggu jika disimpan di dalam lemari es. Saat akan dinikmati kembali, tinggal dipanaskan di dalam oven atau microwave. Martabak Piring Murni menutup kedai pukul 22.00 WIB.

Andalkan Telur & Margarin

Ada dua jenis martabak yang tersedia di kedai Martabak Piring Murni. Yakni martabak tebal dan martabak tipis. Martabak tebal tentu saja terlihat lebih gemuk dan empuk, kendati ukurannya tetap mini. Sementara martabak tipis, adonan martabaknya sengaja dibuat tipis dengan tekstur yang lebih krispi. “Martabak tipis ini lebih lezat dinikmati selagi masih hangat. Jika sudah dingin, jadi tidak krispi lagi,” saran Eli.

Sementara itu, pilihan rasanya terdiri dari cokelat, kacang, coklat kacang, keju, coklat keju, dan campur. Untuk membuat martabak piring, bahan yang digunakan di antaranya tepung terigu, telur, margarin, dan air. “Martabak kami tidak diberi santan. Rasa gurihnya muncul dari penggunaan telur dan margarin. Adonanya dibuat encer supaya lebih mudah matang,” akunya.

Setelah ada pesanan, adonan encer dituang ke dalam piring-piring kaleng yang dilengkapi tangkai kayu sebagai pegangannya. Adonan langsung dipanggang di atas bara api. Saat sudah tampak setengah matang, adonan diberi taburan gulai pasir, meises, keju, coklat, atau kacang, sesuai pesanan.

Martabak di Atas Piring

Eli mengisahkan, kedua tuanya merupakan perantau asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Sesampainya di Sumatera Utara, Bupon dan istri sempat bingung untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya Bupon memutuskan berjualan martabak. “Di Bukit Tinggi, orang jualan martabak piring sangat banyak. Kebetulan Papa tahu cara membuat martabak,” tuturnya.

Bupon lalu membuka lapak martabak dan mempraktikkan ilmu membuat martabak yang diperolehnya dari kampung halamannya, Minang Kabau. Di masa itu, bahan bakar gas belum populer seperti sekarang. Bupon lantas memanggang martabak dengan menggunakan arang. Bupon membuat ukuran martabak yang sederhana agar ia bisa menjualnya dengan harga lebih murah dan pembeli mudah menikmatinya. Ia pun menggunakan piring seng sebagai loyang martabaknya.

Tak disangka, cara super simpel ini justru sangat menarik perhatian orang. Bahkan pembeli suka dengan rasanya. “Biasanya, kan, ukuran martabak besar-besar dan tebal. Untuk satu martabak saja harus dimakan 3-4 orang, baru habis,” jelas Eli. Nah, martabak buatan Bupon ukurannya lebih mini. “Sekali makan saja, orang bisa menghabiskan 3 sampai 5 martabak,” katanya lagi. Dengan ukurannya yang mini, ia pun tak perlu repot memotong motong martabak. Bisa langsung disantap.

Gecok Daging untuk 6 porsi ala Catering Kantor Jakarta

Gecok Daging untuk 6 porsi ala Catering Kantor Jakarta

Bahan: 2 sdm wijen, sangrai, haluskan 250 gr daging sapi sengkel, potong kotak 150 gr hati sapi, rebus, potong-potong kotak 150 gr usus sapi, rebus, potong-potong 3 cm 150 gr babat, rebus, potong kotak 3 cm lengkuas, memarkan 2 btg serai, ambil putihnya, memarkan 8 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya, iris 2 sdt garam 2 sdt gula pasir 1 sdt merica bubuk 550 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 4 bh belimbing wuluh, iris 1 sdt air asam jawa, dari 1/2 sdt asam jawa, larutkan dalam 1 sdm air 2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus: 5 btr kemiri, sangrai 8 btr bawang merah 3 siung bawang putih 2 bh cabai rawit merah

Cara Membuat: 1. panaskan minyak. Tumis bumbu halus, serai, daun jeruk, dan lengkuas hingga tercium bau harum. masukkan daging. aduk sampai berubah warna. 2. Tambahkan hati sapi, babat, usus, gula pasir, merica bubuk, dan garam dan aduk rata. 3. Tuang santan secara bertahap. masak sampai matang dan meresap. 4. masukkan belimbing wuluh, air asam jawa, dan wijen. Dan aduk. masak hingga matang.

Martabak Piring Murni, Medan

Saat hari mulai senja, sejumlah pertokoan di kawasan Jalan Bogor, Medan mulai tutup. Pada saat itulah kedai dengan gerobak dengan nama Martabak Piring Murni mulai membuka dagangan. Beratapkan tenda sederhana berwarna biru, sang pemilik usaha, Eli (30), memulai aktivitasnya sejak pukul 18.00 WIB. Di sisi gerobak mulai ditata sekitar 8 tungku besi.

Eli lalu membakar sejumlah arang lalu dimasukkan ke dalam tungku-tungku. Di atas tungku inilah martabak-martabak berukuran mini nantinya dipanggang di atas bara api. Aroma harum martabak manis, seketika akan menyebar ke berbagai penjuru, seolah ingin mengajak orangorang untuk singgah ke kedainya.

Uniknya, martabak yang Eli buat, di tidak di atas loyang martabak pada umumnya, melainkan di atas piring-piring seng yang dipasangi pegangan kayu di salah satu sisinya, untuk memudahkan proses pemanggangan. Tak heran bila kemudian usaha martabak ini dinamai martabak piring. Menurut Eli, martabak piring dirintis ayahnya, Bupon, sejak 40 tahun silam.

Setelah ayahnya kian renta, usaha martabak piring ini diambil alih oleh Eli. “tidak ada yang berubah, walaupun usaha telah mengalami perpindahan tangan. Proses memasak martabaknya masih tetap sama seperti ketika dikelola Papa. Justru cara masak ini sengaja kami dipertahankan. Martabak dipanggang di atas piring. Bedanya, kini kami sudah punya 4 cabang,” papar Eli bangga.